
Pertanyaan Sena yang dengan terpaksa bunda tunda untuk bisa memberikan jawaban yang memuaskan untuknya. Gak sengaja semalam bunda baca Intisari bulan Juli 2008 yang memuat tentang Tanya Jawab Fenomena yang diasuh oleh Prof. Yohanes Surya,Phd.
Karena jelasin ke Sena harus ada buktinya, harus ada buku atau artikelnya. Kalo enggak, bakalan dia gak puas terus. Bisa jadi, dia kurang percaya sama bundanya ya....(~_~)
Tanya :
Planet dan Matahari merupakan bagian dari tata surya. Planet sendiri benda langit yang berputar mengelilingi Matahari. Dulu ada sembilan planet dalam tata surya kita, yaitu Merkurius (Untarid),
Venus (sahara), Bumi (Geo), Mars (Marik), Yupiter (Mustari), Saturnus, Uranus, Neptunus dan Pluto. Tetapi akhir-akhir ini ada berita bahwa planet Pluto sudah tidak menjadi bagian dari tata surya. Mengapa dan Kemanakah planet Pluto sekarang ? (Irma Yunaeni, Bandung)Jawab :
Pluto tidak hilang, ia masih tetap ada pada orbitnya. Namun menurut para astronom, Pluto tidak sesuai dengan ciri-ciri planet. Pluto terlalu kecil untuk disebut planet dan tidak mampu membersihkan benda-benda angkasa disekelilingnya. Disekitar Pluto masih ada benda-benda besar yang hampir sebesar dirinya seperti Charon yang besarnya separuh besar Pluto. Sedangkan planet-planet disekitarnya bersih dari benda-benda besar yang hampir sebesar dirinya.
Pluto sekarang lebih dikenal hanya sebagai satu dari puluhan ribu benda-benda di Kuiper Belt (satu daerah yang terletak antara orbit planet Neptunus dan orbit benda berjari-jari 55 kali jarak Bumi-Matahari). Pluto juga sekarang disebut planet kerdil. Ada sekitar 44 planet kerdil yang sudah ditemukan, termasuk Xena dan Eris yang ditemukan tahun 2005 atau Asteroid Ceres yang mengorbit diantara Mars dan Yupiter sebagai Asteroid. Para Astronom masih terus meneliti planet-planet kerdil yang jumlahnya banyak sekali.
